Senin, 22 Oktober 2012

Fisika itu Mudah

Bagi sebagian orang, fisika merupakan mata pelajaran yang sulit, rumit, dan bikin frustasi. Mungkin benar kalau kita cuma mempelajarinya setengah-setengah. Atau kita malah cuma berusaha menghafal rumus-rumusnya saja. sering ini dilakukan siswa, dan hasilnya hanya membuat siswa makin frustasi.

Sekarang ini banyak metode belajar cepat, tersedia rumus cepat, atau berbagai metode praktis lain yang membuat siswa lebih mudah menguasai sekian banyak rumus fisika. Sebenarnya hal ini sangat membantu ketika siswa dihadapkan pada soal test yang banyak dalam waktu singkat. Rumus-rumus cepat sangat membantu siswa mengerjakan soal sebanyak-banyaknya dalam waktu hanya sekedip mata. Tapi perlu diwaspadai siswa hanya menguasai permukaannya saja, tanpa mengerti konsep dasar.

Sebenarnya semua konsep fisika ada si sekitar kita. Tinggal kita mencoba menguasainya dengan mulai memahami fenomena dasar dan menyederhanakan konsepnya. jangan langsung mempelajari rumus, tapi lihat dulu aplikasi yang menanamkan konsep fisika yang akan kita pelajari.

Misalnya ketika kita mempelajari Gerak Lurus Berubah Beraturan, konsep dasarnya tetap pada hubungan Jarak (s), Waktu (t) dan Kecepatan (v), seperti pada Gerak Lurus Beraturan, yaitu :
kecepatan = jarak / waktu
atau
jarak = kecepatan x waktu
bila digambarkan dengan grafik, kecepatan konstan dalam selang waktu t dapat digambarkan dengan :



dari gambar di atas digambarkan sebuah benda bergerak dengan kecepatan 5 m/s dalam waktu 10 detik, maka jarak yang ditempuhnya s = 5 x 10 = 50 meter, atau besar tersebut sama dengan luas bidang di bawah grafik (yang diarsir).

Begitupun pada konsep Gerak Lurus Berubah Beraturan, gerak lurus dengan kecepatan yang berubah, bisa dijelaskan dengan contoh berikut :
sebuah benda bergerak dengan kecepatan awal (vo) 5 m/s,kemudian dipercepat menjadi (vt) 10 m/s dalam waktu (t) 10 detik. dapat digambarkan sebagai berikut :
jarak yang ditempuh benda dapat dihitung pula dengan menggunakan rumus luas di bawah grafik (trapesium), yaitu
pada GLBB timbul percepatan (acceleration)   yang merupakan selisih perubahan kecepatan dibagi selang waktu perubahan, atau bisa ditulis sbb:
dengan memadukan dua persamaan di atas, maka didapat 2 rumusan GLBB yang lain, yaitu :
Rumus turunan tersebut dapat kita dapatkan dari konsep dasar grafik. Sebenarnya kita tidak perlu menghafalnya, cukup menguasai konsep grafik sajasudah cukup untuk dapat mengerjakan semua soal GLBB.
Untuk lebih jelasnya, bisa coba mengerjakan soal-soal berikut.


Sumber : http://www.albayan.or.id/index.php?option=com_content&view=article&id=285:fisika-itu-mudah&catid=61:artikel&Itemid=113

Minggu, 21 Oktober 2012

Pendidikan Berbasis Akhlak Mulia


Kalau ingin melihat kondisi masa depan suatu bangsa, lihatlah keadaan anak-anak atau remaja masa sekarang. Jika remaja kita saat ini akhlaknya bagus, prestasinya baik, insya Allah bangsa indonesia masa depannya akan baik. Sebaliknya jika remaja sekarang akhlaknya kurang bagus, perkataan yang kasar dan jorok, suka merokok, terlibat narkoba, nongkrong di pinggir jalan, bergaul secara bebas, kurang terkontrol oleh orang tua, sungguh sangat sedih dan ngeri membayangkan masa depan bangsa ini.
Banyaknya kasus perkosaan, pembunuhan, tawuran dan kriminalitas yang dilakukan oleh anak-anak remaja yang berujung pada korupsi yang dilakukan oleh pejabat negara, tidak bisa terlepas dari peran pendidikan. Memang pendidikan bukanlah segalanya, tapi segalanya berasal dari pendidikan.
Kalau kita kaji akar masalahnya, pendidikan kita masih kurang menyentuh sisi kehidupan yang sebenarnya yaitu kehidupan setelah kematian. Setelah kematian itulah kehidupan yang sebenarnya. Sukses di dunia tak berarti apa-apa jika sengsara setelah mati. Begitu juga sengsara di dunia tak berarti apa-apa jika setelah kematian mengalami kebahagiaan. Sungguh sangat beruntung apabila seseorang mengalami kesuksesan baik dalam kehidupan dunia dan kehidupan akhirat.
Para guru mendoktrin bahwa kesuksesan seseorang akan terlihat dari profesi yang disandangnya kelak. Jadi dokter, politikus, pengacara, polisi, guru, pengusaha besar  hingga presiden. Jarang sekali guru mendoktrin siswa bahwa kesuksesan akan tercapai kalau kita memiliki iman yang kuat, sholat yang khusu’, kedekatan kepada Tuhan, dan akhlak yang baik.  Sehingga yang banyak terjadi sekarang adalah orang berlomba-lomba untuk memperoleh profesi yang diinginkannya dengan menghalalkan segala cara tanpa memperhatikan aspek keimanan dan akhlak yang mulia. Jika menjadi pejabat akan menggunakan jabatannya untuk mengambil keuntungan pribadi sebesar-besarnya, membuat kebijakan yang menyimpang dari norma-norma dan berusaha mempertahankan jabatannya dengan cara-cara yang tidak benar. Jika menjadi guru akan berusaha mengelabui siswa-siswanya untuk keuntungan pribadinya tanpa mempedulikan nasib dan masa depan siswanya. Jika menjadi pengusaha akan membuat produk-produk yang merugikan dan menyengsarakan masyarakat, dan lain sebagainya.
Namun jika seseorang dibekali dengan keimanan yang kuat dan akhlak yang mulia, seorang pejabat akan menggunakan jabatannya untuk membuat kebijakan amar makruf nahi munkar demi kemaslahatan masyarakat, seorang guru akan mendedikasikan waktu, tenaga dan kemampuannya untuk mendidik dan mengajar siswa dengan sungguh-sungguh sehingga menghasilkan generasi yang bagus prestasinya dan baik akhlaknya, seorang pengusaha akan menghasilkan produk yang halal dan baik serta aman dikonsumsi masyarakat.
Oleh karena itulah, perlunya tim pengembang kurikulum di sekolah merumuskan kurikulum pendidikan berbasis akhlakul karimah yang standar kompetensinya adalah siswa memiliki pemahaman dan pengamalan yang berhasil dalam kehidupan dunia dan akhirat. Kurikulum ini menitikberatkan akhlak sebagai pondasi dasar siswa dalam belajar.  Dengan demikian ini akan sangat memudahkan bagi guru dalam menyampaikan materi pelajaran dan memudahkan siswa dalam memahami dan mengamalkan pelajaran. Guru akan mengerti bagaimana menjadi seorang guru yang baik, siswa akan belajar bagaimana belajar yang baik. Dengan akhlak, guru akan mendidik dan mengajar dengan kasih sayang dan perhatian yang maksimal kepada siswa.
Dengan akhlak yang baik siswa akan menghargai dan menghormati guru baik di kelas maupun di luar kelas, tidak ada lagi siswa yang ribut atau tidur di kelas. Dengan kurikulum pendidikan berbasis akhlakul karimah siswa dibekali dengan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan, sehingga segala perilaku siswa baik di sekolah, di rumah dan di lingkungan masyarakat akan mencerminkan nilai-nilai kebaikan dan kemuliaan. Setiap mata pelajaran diintegrasikan dengan muatan nilai-nilai agama dan akhlakul yang baik. Sehingga indikator yang dicapai siswa tidak hanya mampu memahami pelajaran secara kognitif dan psikomotorik, namun sisi afektif juga akan tercapai. Dengan demikian, akan kita temui anak-anak sekolah yang santun, tertib dan taat menjalankan perintah agamanya, sehingga kelak mereka akan menjadi profesional-profesional yang tangguh dengan berbekal keimanan dan pancaran akhlak yang mulia, akhirnya kita berharap agar masa depan bangsa ini akan jauh menjadi lebih baik daripada kondisi sekarang.

Sabtu, 20 Oktober 2012

Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini

Pendidikan Anak : Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini

Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan belajar serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelengaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.

Prinsip-prinsip Pengembangan Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini
1. Bersifat komperhensifKurikulum harus menyediakan pengalaman belajar yang meningkatkan perkembangan anak secara menyeluruh dalam berbagai aspek perkembangan .
 
2. Dikembangkan atas dasar perkembangan secara bertahap.Kurikulum harus menyediakan berbagai kegiatan dan interaksi yang tepat didasarkan pada usia dan tahapan perkembangan setiap anak. Program menyediakan berbagai sarana dan bahan untuk anak dengan berbagai kemampuan.
 
3. Melibatkan orang tuaKeterlibatan orang tua sebagai pendidik utama bagi anak. Oleh karena itu peran orang tua dalam pendidikan anak usia dini sangat penting dalam pelaksanaan pendidikan.
 
4. Melayani kebutuhan individu anak.Kurikulum dapat mewadahi kemampuan, kebutuhan,minat setiap anak.
 
5. Merefleksikan kebutuhan dan nilai masyarakatKurikulum harus memperhatikan kebutuhan setiap anak sebagai anggota dari keluarga dan nilai-nilai budaya suatu masyarakat.
 
6. Mengembangkan standar kompetensi anakKurikulum yang dikembangkan harus dapat mengembangkan kompetensi anak. Standar Kompetensi seabagi acuan dalam menyiapkan lingkungan belajar anak.
 
7. Mewadahi layanan anak berkebutuhan khususKurikulum yang dikembangkan hendaknya memperhatikan semua anak termasuk anak-anak yang berkebutuhan khususus.
 
8. Menjalin kemitraan dengan keluarga dan masyarakatKurikulum hendaknya dapat menunjukkan bagaimana membangun sinegi dengan keluarga dan masyarakat sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai
 
9.Memperhatikan kesehatan dan keselamatan anakKurikulum yang dibangun hendaknya memperhatikan aspek keamanan dan kesehatan anak saat anak berada disekolah
 
10.Menjabarkan prosedur pengelolaan LembagaKurikulum hendaknya dapat menjabarkan dengan jelas prosedur manajemen /pengelolaan lembaga kepada masyarakat sebagai bentuk akuntabiitas.
 
11. Manajemen Sumber Daya ManusiaKurikulum hendaknya dapat menggamabarkan proses manajemen pembinaan sumber daya manusia yang terlibat di lembaga
 
12.Penyediaan Sarana dan Prasarana.Kurikulum dapat menggambarkan penyediaan srana dan prasaran yang dimiliki lembaga.
 
1. AnakSasaran layanan pendidikan Anak usia dini adalah anak yang berada pada rentang usia 0 – 6 tahun. Pengelompokan anak didasarkan pada usia sebagai berikut :
  • 0 – 1 tahun
  • 1 – 2 tahun
  • 2- 3 tahun
  • 3 - 4 tahun
  • 4- 5 tahun
  • 5 - 6 tahun .
2. PendidikKompetensi Pendidik anak usia dini memiliki kualifikasi akademik sekurang-kurangnya Diploma Empat (D-IV) atau Sarjana (S1) di bidang pendidikan anak usia dini, kependidikan lain, atau psikologi; dan memiliki sertifikasi profesi guru PAUD atau sekurang - kurangnya telah mendapat pelatihan pendidikan anak usia dini. Adapun rasio pendidik dan anak adalah
  • Usia 0 – 1 tahun rasio 1 : 3 anak
  • Usai 1 – 3 tahun rasio 1 : 6 anak
  • Usia 3 - 4 tahun rasio 1 : 8 anak
  • Usia 4 - 6 tahun rasio 1 : 10 /12 anak
3. PembelajaranPembelajaran dilakukan melalui kegiatan bermain yang dipersiapkan oleh pendidik dengan menyiapkan materi ( content ), dan proses belajar. Materi belajar bagi anak usia dini dibagi dalam 2 kelompok usia.
 
Materi Usia lahir sampai 3 tahun meliputi:
  • Pengenalan diri sendiri ( Perkembangan konsep diri)
  • Pengenalan perasaan (Perkembangan emosi)
  • Pengenalan tentang Orang lain (Perkembangan Sosial)
  • Pengenalan berbagai gerak (perkembangan Fisik)
  • Mengembangkan komunikasi (Perkembangan bahasa)
  • Ketrampilan berfikir (Perkembangan kognitif)
Materi untuk anak usia 3 – 6 tahun meliputi :
  • Keaksaraan mencakup peningkatan kosa kata dan bahasa, kesadaran phonologi, wawasan pengetahuan, percakapan, memahami buku-buku, dan teks lainnya.
  • Konsep Matematika mencakup pengenalan angka-angka, pola-pola dan hubungan, geometri dan kesadaran ruang, pengukuran, pengumpulan data, pengorganisasian, dan mempresentasikannya.
  • Pengetahuan Alam lebih menekankan pada objek fisik, kehidupan, bumi dan lingkungan.
  • Pengetahuan Sosial mencakup hidup orang banyak, bekerja, berinteraksi dengan yang lain, membentuk, dan dibentuk oleh lingkungan. Komponen ini membahas karakteristik tempat hidup manusia, dan hubungannya antara tempat yang satu dengan yang lain, juga hubungannya dengan orang banyak. Anak-anak mempelajari tentang dunia dan pemetaannya, misalnya dalam rumah ada ruang tamu, ruang tidur, kamar mandi, dapur, ruang keluarga, ruang belajar; di luar rumah ada taman, garasi, dll. Setiap rumah memiliki tetangga dalam jarak dekat atau jauh.
  • Seni mencakup menari, musik, bermain peran, menggambar dan melukis. Menari, adalah mengekspresikan ide ke dalam gerakan tubuh dengan mendengarkan musik, dan menyampaikan perasaan. Musik, adalah mengkombinasikan instrumen untuk menciptakan melodi dan suara yang menyenagkan. Drama, adalah mengungkapkan cerita melalui aksi, dialog, atau keduanya. Seni juga mencakup melukis, menggambar, mengoleksi sesuatu, modeling, membentuk dengan tanah liat atau materi lain, menyusun bangunan, membuat boneka, mencap dengan stempel, dll.
  • Teknologi mencakup alat-alat dan penggunaan operasi dasar. Kesadaran Teknologi. Komponen ini membahas tentang alat-alat teknologi yang digunakan anak-anak di rumah, di sekolah, dan pekerjaan keluarga. Anak-anak dapat mengenal nama-nama alat dan mesin yang digunakan oleh manusia sehari-hari.
  • Ketrampilan Proses mencakup pengamatan dan eksplorasi; eksperimen, pemecahan masalah; dan koneksi, pengorganisasian, komunikasi, dan informasi yang mewakili.
Kurikulum Pendidikan Anak Usia DiniUntuk mewadahi proses belajar bagi anak usa dini pendidik harus dapat melakukan penataan lingkungan main, menyediakan bahan–bahan main yang terpilih, membangun interaksi dengan anak dan membuat rencana kegiatan main untuk anak. Proses pembelajaran anak usia dini dilakukan melalui sentra atau area main. Sentra atau area tersebut bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi dari masing-masing satuan Pendidikan. Contoh sentra atau area bermain tersebut antara lain : Sentra Balok, Sentra Bermain Peran, Sentra Seni, Sentra Musik, Sentra Persiapan, Sentra agama, dan Sentra Memasak.
 
4. Penilaian (Assesmen)Assesmen adalah proses pengumpulan data dan dokumentasi belajar dan perkembangan anak. Assesmen dilakukan melalui : observasi, konfrensi dengan para guru, survey, wawancara dengan orang tua, hasil kerja anak, dan unjuk kerja. Keseluruhan penilaian /assesmen dapat di buat dalam bentuk portofolio.
 
5. Pengelolaan Pembelajaran
  • Keterlibatan Anak
  • Layanan program
Lembaga Pendidikan anak usia dini dilaksnanakan sesuai satuan Pendidikan masing-masing. Jumlah hari dan jam layanan :
  • Taman Penitipan Anak (TPA) dilaksanakan 3 – 5 hari dengan jam layanan minimal 6 jam. Minimal layanan dalam satu tahun 144 -160 hari atau 32 – 34 minggu.
  • Kelompok Bermain (KB) setiap hari atau minimal 3 kali seminggu dengan jumlah jam minimal 3 jam. Minimal layanan dalam satu tahun 144 hari atau 32 - 34 minggu.
  • Satuan PAUD Sejenis (SPS) minimal satu minggu sekali dengan jam layanan minimal 2 jam. Kekurangan jam layanan pada SPS dilengkapi dengan program pengasuhan yang dilakukan orang tua sehingga jumlah layanan keseluruhan setara dengan 144 hari dalam satu tahun.
  • Taman Kanak-Kanak (TK) dilaksanakan minimal 5 hari setiap minggu dengan jam layanan minimal 2,5 jam. Layanan dalam satu tahun 160 hari atau 34 minggu.
Layanan pembelajaran pada masing-masing satuan pendidikan anak usia dini mengikuti kalender pendidikan daerah masing-masing.
 
6. Melibatkan Peranserta masyarakat
Pelaksanaan pendidikan anak usia dini hendaknya dapat melibatkan seluruh komponen masyarakat. Penyelenggaraan pendiikan anak usai dini dapat dilakukan oleh swasta dan pemerintah , yayasan maupun perorangan.

Jumat, 19 Oktober 2012

Pendidikan Berbasis Akhlak Mulia


Kalau ingin melihat kondisi masa depan suatu bangsa, lihatlah keadaan anak-anak atau remaja masa sekarang. Jika remaja kita saat ini akhlaknya bagus, prestasinya baik, insya Allah bangsa indonesia masa depannya akan baik. Sebaliknya jika remaja sekarang akhlaknya kurang bagus, perkataan yang kasar dan jorok, suka merokok, terlibat narkoba, nongkrong di pinggir jalan, bergaul secara bebas, kurang terkontrol oleh orang tua, sungguh sangat sedih dan ngeri membayangkan masa depan bangsa ini.
Banyaknya kasus perkosaan, pembunuhan, tawuran dan kriminalitas yang dilakukan oleh anak-anak remaja yang berujung pada korupsi yang dilakukan oleh pejabat negara, tidak bisa terlepas dari peran pendidikan. Memang pendidikan bukanlah segalanya, tapi segalanya berasal dari pendidikan.
Kalau kita kaji akar masalahnya, pendidikan kita masih kurang menyentuh sisi kehidupan yang sebenarnya yaitu kehidupan setelah kematian. Setelah kematian itulah kehidupan yang sebenarnya. Sukses di dunia tak berarti apa-apa jika sengsara setelah mati. Begitu juga sengsara di dunia tak berarti apa-apa jika setelah kematian mengalami kebahagiaan. Sungguh sangat beruntung apabila seseorang mengalami kesuksesan baik dalam kehidupan dunia dan kehidupan akhirat.
Para guru mendoktrin bahwa kesuksesan seseorang akan terlihat dari profesi yang disandangnya kelak. Jadi dokter, politikus, pengacara, polisi, guru, pengusaha besar  hingga presiden. Jarang sekali guru mendoktrin siswa bahwa kesuksesan akan tercapai kalau kita memiliki iman yang kuat, sholat yang khusu’, kedekatan kepada Tuhan, dan akhlak yang baik.  Sehingga yang banyak terjadi sekarang adalah orang berlomba-lomba untuk memperoleh profesi yang diinginkannya dengan menghalalkan segala cara tanpa memperhatikan aspek keimanan dan akhlak yang mulia. Jika menjadi pejabat akan menggunakan jabatannya untuk mengambil keuntungan pribadi sebesar-besarnya, membuat kebijakan yang menyimpang dari norma-norma dan berusaha mempertahankan jabatannya dengan cara-cara yang tidak benar. Jika menjadi guru akan berusaha mengelabui siswa-siswanya untuk keuntungan pribadinya tanpa mempedulikan nasib dan masa depan siswanya. Jika menjadi pengusaha akan membuat produk-produk yang merugikan dan menyengsarakan masyarakat, dan lain sebagainya.
Namun jika seseorang dibekali dengan keimanan yang kuat dan akhlak yang mulia, seorang pejabat akan menggunakan jabatannya untuk membuat kebijakan amar makruf nahi munkar demi kemaslahatan masyarakat, seorang guru akan mendedikasikan waktu, tenaga dan kemampuannya untuk mendidik dan mengajar siswa dengan sungguh-sungguh sehingga menghasilkan generasi yang bagus prestasinya dan baik akhlaknya, seorang pengusaha akan menghasilkan produk yang halal dan baik serta aman dikonsumsi masyarakat.
Oleh karena itulah, perlunya tim pengembang kurikulum di sekolah merumuskan kurikulum pendidikan berbasis akhlakul karimah yang standar kompetensinya adalah siswa memiliki pemahaman dan pengamalan yang berhasil dalam kehidupan dunia dan akhirat. Kurikulum ini menitikberatkan akhlak sebagai pondasi dasar siswa dalam belajar.  Dengan demikian ini akan sangat memudahkan bagi guru dalam menyampaikan materi pelajaran dan memudahkan siswa dalam memahami dan mengamalkan pelajaran. Guru akan mengerti bagaimana menjadi seorang guru yang baik, siswa akan belajar bagaimana belajar yang baik. Dengan akhlak, guru akan mendidik dan mengajar dengan kasih sayang dan perhatian yang maksimal kepada siswa.
Dengan akhlak yang baik siswa akan menghargai dan menghormati guru baik di kelas maupun di luar kelas, tidak ada lagi siswa yang ribut atau tidur di kelas. Dengan kurikulum pendidikan berbasis akhlakul karimah siswa dibekali dengan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan, sehingga segala perilaku siswa baik di sekolah, di rumah dan di lingkungan masyarakat akan mencerminkan nilai-nilai kebaikan dan kemuliaan. Setiap mata pelajaran diintegrasikan dengan muatan nilai-nilai agama dan akhlakul yang baik. Sehingga indikator yang dicapai siswa tidak hanya mampu memahami pelajaran secara kognitif dan psikomotorik, namun sisi afektif juga akan tercapai. Dengan demikian, akan kita temui anak-anak sekolah yang santun, tertib dan taat menjalankan perintah agamanya, sehingga kelak mereka akan menjadi profesional-profesional yang tangguh dengan berbekal keimanan dan pancaran akhlak yang mulia, akhirnya kita berharap agar masa depan bangsa ini akan jauh menjadi lebih baik daripada kondisi sekarang.

Kamis, 18 Oktober 2012

Pendidikan Sebagai Investasi Jangka Panjang

Profesor Toshiko Kinosita mengemukakan bahwa sumber daya manusia Indonesia masih sangat lemah untuk mendukung perkembangan industri dan ekonomi. Penyebabnya karena pemerintah selama ini tidak pernah menempatkan pendidikan sebagai prioritas terpenting. Tidak ditempatkannya pendidikan sebagai prioritas terpenting karena masyarakat Indonesia, mulai dari yang awam hingga politisi dan pejabat pemerintah, hanya berorientasi mengejar uang untuk memperkaya diri sendiri dan tidak pernah berfikir panjang (Kompas, 24 Mei 2002).
Pendapat Guru Besar Universitas Waseda Jepang tersebut sangat menarik untuk dikaji mengingat saat ini pemerintah Indonesia mulai melirik pendidikan sebagai investasi jangka panjang, setelah selama ini pendidikan terabaikan. Salah satu indikatornya adalah telah disetujuinya oleh MPR untuk memprioritaskan anggaran pendidikan minimal 20 % dari APBN atau APBD. Langkah ini merupakan awal kesadaran pentingnya pendidikan sebagai investasi jangka pangjang. Sedikitnya terdapat tiga alasan untuk memprioritaskan pendidikan sebagai investasi jangka panjang.
Pertama, pendidikan adalah alat untuk perkembangan ekonomi dan bukan sekedar pertumbuhan ekonomi. Pada praksis manajemen pendidikan modern, salah satu dari lima fungsi pendidikan adalah fungsi teknis-ekonomis baik pada tataran individual hingga tataran global. Fungsi teknis-ekonomis merujuk pada kontribusi pendidikan untuk perkembangan ekonomi. Misalnya pendidikan dapat membantu siswa untuk mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk hidup dan berkompetisi dalam ekonomi yang kompetitif.
Secara umum terbukti bahwa semakin berpendidikan seseorang maka tingkat pendapatannya semakin baik. Hal ini dimungkinkan karena orang yang berpendidikan lebih produktif bila dibandingkan dengan yang tidak berpendidikan. Produktivitas seseorang tersebut dikarenakan dimilikinya keterampilan teknis yang diperoleh dari pendidikan. Oleh karena itu salah satu tujuan yang harus dicapai oleh pendidikan adalah mengembangkan keterampilan hidup. Inilah sebenarnya arah kurikulum berbasis kompetensi, pendidikan life skill dan broad based education yang dikembangkan di Indonesia akhir-akhir ini. Di Amerika Serikat (1992) seseorang yang berpendidikan doktor penghasilan rata-rata per tahun sebesar 55 juta dollar, master 40 juta dollar, dan sarjana 33 juta dollar. Sementara itu lulusan pendidikan lanjutan hanya berpanghasilan rata-rata 19 juta dollar per tahun. Pada tahun yang sama struktur ini juga terjadi di Indonesia. Misalnya rata-rata, antara pedesaan dan perkotaan, pendapatan per tahun lulusan universitas 3,5 juta rupiah, akademi 3 juta rupiah, SLTA 1,9 juta rupiah, dan SD hanya 1,1 juta rupiah.
Para penganut teori human capital berpendapat bahwa pendidikan adalah sebagai investasi sumber daya manusia yang memberi manfaat moneter ataupun non-moneter. Manfaat non-meneter dari pendidikan adalah diperolehnya kondisi kerja yang lebih baik, kepuasan kerja, efisiensi konsumsi, kepuasan menikmati masa pensiun dan manfaat hidup yang lebih lama karena peningkatan gizi dan kesehatan. Manfaat moneter adalah manfaat ekonomis yaitu berupa tambahan pendapatan seseorang yang telah menyelesaikan tingkat pendidikan tertentu dibandingkan dengan pendapatan lulusan pendidikan dibawahnya. (Walter W. McMahon dan Terry G. Geske, Financing Education: Overcoming Inefficiency and Inequity, USA: University of Illionis, 1982, h.121).
Sumber daya manusia yang berpendidikan akan menjadi modal utama pembangunan nasional, terutama untuk perkembangan ekonomi. Semakin banyak orang yang berpendidikan maka semakin mudah bagi suatu negara untuk membangun bangsanya. Hal ini dikarenakan telah dikuasainya keterampilan, ilmu pengetahuan dan teknologi oleh sumber daya manusianya sehingga pemerintah lebih mudah dalam menggerakkan pembangunan nasional.
Ayo kejarlah ilmu sampai negeri seberang demi masa depanmu dan kemajuan negaramu…
Sumber : Overseaszone.com
 
© Copyright 2012. SAMBO KRITIS| Kembali ke Atas